Berawal dari keprihatinan kami
atas kurangnya fasilitas bahan bacaan dalam lingkungan masyarakat, perpustakaan yang hanya tersedia di sekolah dan perguruan tinggi sehingga sulit dijangkau masyarakat umum, hingga perpustakaan umum milik pemerintah kota yang letaknya tidak strategis dan dibuka ketika jam kantor. Akses untuk mendapatkan bahan bacaan lumayan sulit, begitu pula dengan harga buku yang relative
sangat mahal.
Sedikit permasalahan diatas, bagi
kami merupakan salah satu indikator yang menyebabkan kurangnya minat baca masyarakat. Karena bahan bacaan agak sulit dijangkau oleh masyarakat umum.
Lahirlah ide dikepala kami untuk bagaimana menyediakan bahan bacaan dijalanan secara gratis . Kami berpikir lebih baik buku kita bagikan dijalanan dan dibaca daripada tersimpan rapi hingga membangkai dalam lemari. Bagi kami ilmu pengetahuan juga mestinya direalisasikan di jalanan. Karena ilmu pengetahuan tidak seharusnya terpenjara di dalam kebosanan ruang-ruang kelas dan kebekuan gedung perpustakaan.
Lahirlah ide dikepala kami untuk bagaimana menyediakan bahan bacaan dijalanan secara gratis . Kami berpikir lebih baik buku kita bagikan dijalanan dan dibaca daripada tersimpan rapi hingga membangkai dalam lemari. Bagi kami ilmu pengetahuan juga mestinya direalisasikan di jalanan. Karena ilmu pengetahuan tidak seharusnya terpenjara di dalam kebosanan ruang-ruang kelas dan kebekuan gedung perpustakaan.
Perpus Jalanan Ternate merupakan
aktivitas membuka lapak dengan menyediakan berbagai bahan bacaan yang dibaca
secara gratis bagi siapa saja di jalanan. Kegiatan ini diinisiasi oleh Literasi
Jalanan (LJ) yang merupakan sebuah gerakan social pendidikan untuk berbagi
bersama anak-anak marjinal di jalanan.
LJ sendiri digagas dan digerakan oleh
6 pemuda (i) mahasiswa di Ternate yang terpanggil hatinya untuk peduli terhadap
sesama, khususnya anak-anak di jalanan di kota Ternate. Kami menyadari betul
bahwa peran dan tanggung jawab pemuda dalam kontrol dan perubahan social untuk
mengatasi ketimpangan sosial yang ada.
Kegiatan kami ini dibantu oleh
belasan volunteer yang bergabung. Salah satu focus kegiatan kami ialah perpus
jalanan ini. Selain itu ada juga Literasi on the street, yaitu kegiatan belajar
bersama anak-anak di jalanan. Tempat belajar kami dari pasar ke pasar,
terminal, parkiran hingga trotoar, dari literasi dasar hingga berbagi berbagai
pengetahuan kami belajar bersama. Dengan mengusung konsep edukasi,
kreasi dan motivasi, kami berharap selain teredukasi, anak-anak juga pandai
berkreasi hingga termotivasi untuk mengejar mimpi seperti anak lainnya.
Kegiatan seperti ini sebenarnya
sudah kami mulai sejak 2 tahun lalu. Namun pada mei 2015, baru kami namai
dengan Literasi Jalanan. Untuk perpustakaan jalanan
sendiri pertama kali dibuka pada 30 Juni 2015, bertepatan dengan pemberian
donasi buku dari kawan-kawan mahasiswa dari ummu kepada kami diLJ.
Kawan-kawan mahasiswa dari fikes UMMU Ternate, siang itu (30/6/2015), sesuai waktu yang telah disepakati sebelumnya, menggelar pertemuan dengan kami bersama puluhan anak-anak dari pasar. Tepat di sebuah lahan luas yang rindang oleh pepohonan di seputaran belakang jatiland mall, kami lesehan diatas rumput dengan duduk melingkar. Saling kenalan dan berbagi pengalaman antara kami dengan kawan-kawan mahasiswa, juga sosialisasi kesehatan kepada adik-adik dari pasar. Mereka diajarkan bagaimana pola hidup sehat dan bermain games seru dari kakak-kakak. Disela-sela kegiatan siang itu, kawan-kawan mahasiswa juga mendonasikan 2 dus buku bacaan kepada kami.
Kawan-kawan mahasiswa dari fikes UMMU Ternate, siang itu (30/6/2015), sesuai waktu yang telah disepakati sebelumnya, menggelar pertemuan dengan kami bersama puluhan anak-anak dari pasar. Tepat di sebuah lahan luas yang rindang oleh pepohonan di seputaran belakang jatiland mall, kami lesehan diatas rumput dengan duduk melingkar. Saling kenalan dan berbagi pengalaman antara kami dengan kawan-kawan mahasiswa, juga sosialisasi kesehatan kepada adik-adik dari pasar. Mereka diajarkan bagaimana pola hidup sehat dan bermain games seru dari kakak-kakak. Disela-sela kegiatan siang itu, kawan-kawan mahasiswa juga mendonasikan 2 dus buku bacaan kepada kami.
Pertemuan ini selain menjalin
silaturahmi, juga merupakan ajang berjejaring dan berkolaborasi dalam
kegiatan-kegiatan social, karena sebagai mahasiswa, kami sadar betul akan
tanggung jawab social. Singkat cerita, sore harinya kami
mulai membuka lapak bacaan gratis. Diatas trotoar tikungan belakang mall dengan
alas spanduk parpol yang kami curi, berbagai buku-buku kami letakan.
Pemandangan seperti ini sangat
jarang bahkan hamper tidak sama sekali di Ternate. Akhirnya mengundang
masyarakat yang mondar mandir dikawasan itu berkumpul dilapak baca kami,
sekedar menjawab rasa penasaran, banyak dari mereka hanya melihat-lihat dan
bertanya, tak sedikit pula yang memilih buku dan membaca. Anak-anak pasar pun
tak ketingalan memperebutkan buku-buku menarik yang tersedia.
Hingga sekarang kegiatan ini
menjadi rutinitas kami setiap minggu. Dari satu tempat ke tempat lainnya, kami
memberikan akses bacaan kepada siapa saja dijalan. Selain itu, kegiatan ini merupakan
kampanye mengajak masyarakat agar gemar membaca, karena dengan membaca kita banyak
mendapatkan pengetahuan, dengan membaca kita melawan, oleh itu persenjatai diri
dengan membaca.
Di perpus Literasi Jalanan, kami juga
menerima donasi buku, walaupun hanya satu buah. Bagi siapa saja yang ingin
bergabung dan berpartisipasi dalam gerakan ini, kami sangat menerima kehadiran
kawan-kawan. Info kegiatan Literasi Jalanan, kami share melalui akun media
social di twitter dan Instagram; @LiterasiJalanan.
Oleh : Adlun Fiqri, mahasiswa
semester 6 Antropologi Sosial Univrsitas Khairun Ternate, kordinator/pegiat Literasi
Jalanan.
Sign up here with your email

ConversionConversion EmoticonEmoticon